Pusat Latihan Gajah Riau, Petualangan Rimba yang Seru

September 2, 2017
Napak Tilas Sejarah Bung Karno di Kota Bengkulu
September 1, 2017
Istana Siak Sri Inderapura, Ketika Melayu dan Timur Tengah Berpadu
September 6, 2017

Kali ini Keluarga Petualang memacu adrenalin mencoba menikmati bagaimana rasanya berpetualang menaiki gajah menembus hutan dan melintasi sungai di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim, Minas, Riau. Simak catatan perjalanan kami bersama Keluarga Petualang merasakan keseruan berpetualang di Pusat Latihan Gajah Riau pada tanggal 13 Desember 2015 lalu.

Pelatihan Gajah Riau ini terletak di Minas, sekitar 38 KM dari Pekanbaru. Kalau naik mobil hanya sekitar 1 jam perjalanan. Arahnya Jalan Yos Sudarso Rumbai, Simpang Bingung dan ambil jalur jalan menuju ke Duri. Pelatihan Gajah Riau ini berada dibawah pengelolaan Balai Besar KSDA ( Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem ) Riau yang merupakan bagian dari Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

pusat latihan gajah riau

Jalan masuk ada di sebelah kiri kalau kita berangkat dari Pekanbaru, jadi tinggal temukan saja plang nama seperti diatas dan ikuti petunjuk arahnya. Tidak sulit menemukan lokasi ini, karena banyak terdapat papan penunjuk arah menuju lokasi sehingga Anda tidak akan tersasar. Sepanjang perjalanan, selain terlihat hamparan kebun sawit, kalau kita jeli menemukan, ada beberapa spot tersembunyi yang cukup indah diabadikan dengan kamera.

 

Akhirnya, kami sampai juga di Pusat Latihan Gajah Riau. Ketemu dan ngobrol-ngobrol sama salah seorang pengurus tempat ini, namanya Bang Deby (Iya, Bang Deby, bukan Bang Dedy apalagi Mba Deby) dia menjelaskan tentang sejarah pendirian LPG ini dan pengalamannya bertahun-tahun menjadi Mahout atau Pawang Gajah. Abang dan Adik ikut mengajukan beberapa pertanyaan seperti “Apa makanan gajah?”, “Gajahnya bisa hidup sampai usia berapa?”, “Bisa melahirkan anak tiap berapa tahun?”, “Beda gajah Asia dengan Afrika apa?”, dan lain lain. Dengan ramah dan antusias, pengurus LPG lain yang bernama Bang Akhir menjawab semua pertanyaan anak-anak sampai puas.

Karena niat awal kesini memang ingin menunggangi gajah, kami menanyakan tarif kepada pengurusnya. Belum ada tarif resmi dari pemerintah karena memang rencananya wisata Pelatihan Gajah Minas ini baru akan dikomersilkan bebarapa tahun kedepan. Tapi untuk paket 15 menit petualangan kami cukup membayar Rp.75.000,- untuk per orang dewasa dan Rp.50.000,- untuk anak-anak.  Bahkan kalau rombongan sekolah, hanya sekitar Rp.20.000,- saja per anak.

Sebelum berpetualang, kami memutuskan untuk makan siang dulu. Salah satu hal penting yang tidak boleh ketinggalan adalah bekal makanan dari rumah. Percayalah, biaya makan siang rombongan keluarga adalah pengeluaran paling besar saat bepergian. Boleh aja sih makan di restoran yang ada di sepanjang perjalanan kalau Anda tidak mau ribet dan dananya cukup. Tapi menyantap bekal dari rumah bersama keluarga di tempat ini selain hemat, juga memberi kenikmatan tersendiri, apalagi tersedia banyak pondok atau saung untuk makan seperti dibawah ini.

 pusat latihan gajah riau

Ada 17 ekor gajah yang dilatih di Pusat Latihan Gajah Riau ini. Awalnya mereka adalah gajah liar yang berkonflik dengan penduduk, entah karena gajahnya masuk ke perkampungan penduduk dan merusak (sebenarnya karena habitat mereka dirusak juga sih), atau memang gajah-gajah ini sengaja diburu dan dibunuh untuk diambil gadingnya. Akhirnya kemudian diambil sebuah langkah untuk mengatasi konflik gajah dan manusia ini serta mengurangi angka pembunuhan gajah.

Gajah-gajah ini ditangkap, dijinakkan dan dilatih oleh Mahout, sebutan untuk pelatih atau pawang gajah di Pusat Latihan Gajah Riau. Masing-masing Mahout memegang satu gajah dan bertanggung jawab penuh atas gajahnya. Ikatan antara Mahout dengan gajahnya ini sangat kuat, bahkan tak jarang ketika ada Mahout yang resign, gajahnya bisa bersedih dan ngambeg sampai beberapa hari. *Ternyata gajah juga bisa baper* ?

 pusat latihan gajah riau

Gajah jantan pertama datang, siap untuk ditunggangi. Namanya Robin sudah berumur 19 tahun dengan bobot lebih dari 2 ton. Pertamakali melihat binatang sebesar itu dari dekat, kami awalnya juga merasa agak ngeri. Apalagi membayangkan menaikinya. Tapi Bang Akhir meyakinkan bahwa menunggangi gajah ini sangat aman, bahkan dia menganjurkan tetap mengambil trek melintas sungai dan menembus hutan meskipun air sungai sedang deras. Bunda Petualang yang awalnya setuju dengan syarat treknya di seputaran kantor LPG saja, terpaksa harus diyakinkan berkali-kali oleh sang Mahout betapa amannya petualangan ini.

pusat latihan gajah riau

Kemudian kami dibawa turun ke dataran pinggir sungai. Ada beberapa Mahout lain yang mengiringi dan menjaga di sekitar lokasi dan mereka bertahan duduk disitu sampai kami kembali dari hutan. Dari atas, terlihat trek yang akan kami kelilingi, melintasi sungai kemudian masuk hutan, masuk rawa dan kembali pulang dengan menyeberang sungai lagi.

Karena naik berempat, kami akhirnya diberi pilihan menunggangi Bangkin, seekor gajah jantan yang ditemukan di daerah Bangkinang, berusia sekitar 34 tahun, jauh lebih besar dan senior daripada Robin. Bangkin telah siap dengan pelana di punggungnya. Menurut Mahout, pelana ini cukup ketat menempel di tubuh Bangkin, jadi tidak mungkin bergeser atau lepas ketika dinaiki. Pelana ini disediakan sejak Februari 2015 lalu supaya lebih memudahkan penumpang, karena sebelumnya hanya pakai selembar kain, dan penumpang duduk sambil memeluk Mahoutnya *duh

 pusat latihan gajah riau

Beginilah urutan duduk sekeluarga yang mungkin paling aman. Ayah memegang anak yang paling kecil, duduk di belakang, sedangkan anak pertama duduk di depan Bundanya. Sensasi yang paling mendebarkan adalah saat Bangkin turun sungai pertamakali. Karena turunannya lumayan curam, tubuh rasanya diayun-ayun begitu paha depan Bangkin yang kekar melangkah menuruni sungai.

pusat latihan gajah riau

Nah, disini ada tips penting menunggang gajah, sewaktu gajah melangkah turun ke sungai, badan sebaiknya kita condongkan ke belakang sedangkan sewaktu naik dari sungai mendaki ke darat, badan kita condongkan ke depan. Duduklah dengan rileks dan tenang. Begitu kita santai dan terbiasa, segera keluarkan HP atau kamera, ambil video dan foto sebanyak-banyaknya. Cekrek!

Tuh, ternyata tidak menakutkan sedikitpun, bahkan sangat seru dan mengasyikkan. Sepanjang trek, belalai Bangkin tak henti-hentinya menyambar rerumputan dan memasukkan ke dalam mulutnya. Di hutan ini juga Bangkin sempat buang hajat, beberapa gumpalan kotoran berwarna hijau tua jatuh berdebum di tanah. Anak-anak tertawa terbahak menyaksikannya. Pokoknya seru bangetlah. ?

Kira-kira seperti inilah keseruan menembus hutan Pusat Latihan Gajah Riau bersama Robin dan Bangkin. Silakan lihat video berikut ini

Kalau beruntung, menurut sang Mahout di dalam hutan kita akan melihat beberapa binatang liar yang hidup bebas di alam seperti Burung, Babi Hutan, Rusa Sambar, Monyet, Lutung Kelabu dan Tapir. Memang ada beberapa papan informasi bertuliskan “Lintasan tapir”, “Lintasan Monyet” menandakan lokasi yang sering dilintasi hewan tersebut. Namun sayang kami tidak seberuntung itu.

Kalau Anda berencana datang kesini, ada baiknya datang beramai-ramai, bawa teman dan keluarga sebanyak-banyaknya. Karena selain menunggangi gajah, sebenarnya di Pusat Latihan Gajah Riau ini juga ada paket atraksi gajah dengan membayar hanya Rp.500.000,- per atraksi. Jadi semakin ramai kita datang, makin ringan iuran untuk melihat atraksinya. Tapi kalau Anda penasaran dan punya dana untuk itu, jangan segan-segan untuk memesan Paket Atraksi Gajah ini. Ada juga paket menunggang gajah dengan trek yang lebih ekstrim dan jarak tempuh yang lebih lama hingga satu jam!

Nah, kalau dihitung total pengeluaran keluarga berempat Ayah, Ibu dan 2 anak untuk petualangan ini:

  • Sewa gajah dewasa per orang Rp.75.000,- anak Rp.50.000,- per orang Total  Rp.250.000

  • Makan siang (asumsi beli nasi bungkus) per orang Rp.20.000 Total Rp.80.000,-

  • Total Rp.330.000,- Hanya dengan biaya segitu Anda dapat pengalaman tidak terlupakan berpetualangan ala alam liar di Pusat Latihan Gajah Riau

Tips datang berkunjung ke Pusat Latihan Gajah Riau ini:

  • Kenakan pakaian yang nyaman dan praktis, jangan pakaian yang resmi dan ribet apalagi pakai baju adat melayu, karena kita mau berpetualang, bukan mau kondangan.

  • Untuk menghemat biaya perjalanan, tidak usah segan membawa bekal. Apabila datang bersama teman-teman lain, tidak ada salahnya bertukar bekal.

  • Bawa baju ganti, karena apabila air sungai sedang tidak deras, kita bisa ikut memandikan, memberi makan dan minum gajah serta merasakan sensasi menjadi Mahout. Jadi ada kemungkinan Anda akan basah kuyup kena semburan air dari belalai gajah.

  • Pastikan benda-benda berharga seperti HP, kamera dan lain-lain dipegang kuat-kuat sewaktu masuk hutan menunggangi gajah.

Bagaimana? Berani kan mencoba berpetualang di Taman Hutan Raya bersama gajah-gajah yang sudah sangat terlatih ini? Kapan lagi kita memberi pengalaman berharga tak terlupakan seumur hidup ini kepada anak-anak kita? Lagipula entah sampai kapan gajah-gajah ini akan bertahan dari kepunahan yang mengancam.

Silakan datang langsung ke Pusat Latihan Gajah Riau yang terletak di Minas, Kabupaten Siak ini. Atau boleh juga menghubungi CPnya Bang Deby di no HP 0822-8448-7988 (Iya, Bang Deby, bukan Bang Dedy apalagi Mba Deby) terlebih dahulu apabila Anda datang berombongan dari instansi, kantor atau sekolahan karena juga tersedia paket “Sehari Menjadi Pawang Gajah” alias Mahout Wanna be.

Selamat berpetualang! ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *