Mengunjungi Rumah Si Pitung, Legenda dari Betawi

September 19, 2017
Istana Siak Sri Inderapura, Ketika Melayu dan Timur Tengah Berpadu
September 6, 2017
Masjid Al Alam Marunda, Punya Sumur dengan Air Tiga Rasa
September 20, 2017

Ini catatan Petualangan kami sewaktu mengunjungi cagar budaya rumah Si Pitung di Marunda, Jakarta Utara. Mungkin anak-anak jaman sekarang tidak begitu familiar atau bahkan sama sekali asing dengan nama tokoh Si Pitung dari Betawi. Namun tokoh satu ini menurut cerita, sempat membuat pusing penjajah Belanda dengan aksi-aksinya. Bahkan situs wikipedia juga mendeskripsikan tokoh ini sebagai seorang bandit.

rumah si pitung

Hal ini berbanding terbalik dengan pandangan masyarakat yang menobatkan Si Pitung sebagai seorang pendekar dan pahlawan yang berani menentang ketidakadilan penguasa Hindia Belanda. Meski memang, dalam banyak aksinya, Si Pitung dikisahkan sering merampok harta para bangsawan untuk kemudian membagi-bagikan kepada masyarakat miskin. Mirip dengan kisah tokoh Robin Hood.

Tokoh Si Pitung ini sendiri memang sangat misterius dan sepak terjangnya membuat dia kemudian menjadi tokoh jahat di mata sebagian orang, namun sekaligus menjadi pahlawan bagi sebagian lainnya. Dari beberapa artikel dan tulisan yang memuat cerita tentang Si Pitung, dipercaya bahwa tokoh ini hidup dan beraksi pada sekitar tahun 1880-an.

Diselimuti berbagai kisah mistis seperti tahan senjata, kebal peluru dan bisa menghilang. Pernah ditangkap dan dipenjara, Si Pitung secara misterius berhasil lolos dari dalam penjara. Namun kemudian akhirnya ditembak mati setelah sebelumnya Belanda mengetahui kelemahan dari ilmu kebalnya yaitu ditembak dengan peluru yang terbuat dari emas setelah rambutnya dipotong.

Kematian Si Pitung juga sama misteriusnya dengan kehidupannya. Konon setelah mati ditembak, jenazahnya dijaga oleh aparat karena dipercaya bisa bangkit dari kematian. Namun tidak ada catatan pasti yang menunjukkan dimana lokasi Si Pitung ini dikuburkan. Legenda tentang Si Pitung juga pernah beberapa kali diangkat ke Layar Lebar.

Rumah Si Pitung ini awalnya adalah milik seorang Bugis yang tinggal di Marunda yang bernama Haji Saefudin, namun dipercaya pernah ditempati Si Pitung dalam pelariannya ketika dikejar oleh Belanda usai merampok para bangsawan Belanda. Tetapi ada juga yang menyebutkan kalau Haji Saefudin sebenarnya adalah korban perampokan Si Pitung itu sendiri.

rumah si pitung

Bangunan rumah terbuat dominan dari kayu dengan model seperti rumah panggung. Karena memang kawasan Marunda terletak di pinggiran pantai dan dulunya merupakan area rawa-rawa sehingga rumah akan kebanjiran kalau tidak dibuat tinggi. Beberapa bagian rumah sudah direnovasi karena lapuk dimakan usia.

Masuk ke dalam ruangan lumayan gelap dan sedikit menyeramkan, karena kami datang kesini sudah agak senja sehingga cahaya matahari sudah mulai tenggelam dan sinar lampu di dalam ruangan tidak cukup menerangi.

Di dalam rumah terdapat beberapa peralatan rumah tangga dan tempat tidur yang terbuat dari kayu dengan hiasan kelambu dan lampu antik.

rumah si pitung

Belakangan rumah Si Pitung ini dijadikan cagar budaya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan ditambah beberapa bangunan pelengkap di area cagar.

Itulah catatan petualangan kami kali ini. Entah apakah Si Pitung ini benar seorang tokoh nyata atau hanya merupakan sebuah legenda yang dibuat rakyat sebagai bentuk perlawanan simbolis kepada penjajah Hindia Belanda ketika itu.

Nah, kalau menurut Anda sendiri bagaimana? Jangan lupa berikan pendapatnya di kolom komentar ya 🙂

PS : Petualangan kami lanjutkan dengan berjalan kaki mengunjungi Masjid Al Alam Marunda yang juga tidak lepas dari legenda Si Pitung. Ajaibnya, Masjid ini konon dibangun oleh Wali Songo dalam waktu semalam saja dan memiliki sebuah sumur yang memiliki air tiga rasa.

1 Comment

  1. […] berjarak 500 meter dari rumah Si Pitung, terdapat sebuah Masjid yang bersejarah yaitu Masjid Al Alam Marunda. Terletak di bibir Pantai […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *